Kamis, 04 November 2010

Mengapa di Indonesia Ditemui Banyak Gunung?

"Mengapa di Indonesia ditemui banyak gunung?"

Sejak zaman dahulu kala, Negeri Indonesia sudah terkenal akan keindahan alamnya. Pulau-pulau di Indonesia, dari barat ke timur, utara ke selatan, laksana surga yang tercecer, kesemuanya menawarkan kekayaan dan keindahan alam yang tiada taranya. Oleh karena itu, para Dewa banyak yang menjadikan Indonesia sebagai spot liburan mereka. Sebagai pelarian dari tugas dan rutinitas mereka sehari-hari, untuk sekadar menghilangkan penat mereka. Perlu dijelaskan pula bahwa dahulu kala pulau-pulau itu ibarat sebuah kapal. Tidak pernah stay di satu tempat, selalu berpindah-pindah kemanapun gelombang air laut membawanya. Hal tersebut tentu merepotkan para Dewa. Rencana liburan mereka terpaksa batal tatkala pulau yang mereka tuju ternyata sudah tidak ada di tempatnya, hilang terbawa ombak. Para Dewa kemudian menggelar rapat, berunding tentang cara terbaik untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Akhirnya setelah berdebat cukup lama dan alot, disertai hujan interupsi di sana-sini, diputuskan bahwa agar pulau-pulau di Indonesia tidak lagi menghilang maka pulau-pulau tersebut harus DIPAKU. Tapi paku jenis apa yang cocok? Diputuskan pula dalam rapat tersebut bahwa paku yang digunakan bukanlah paku jenis biasa, yakni GUNUNG!

Jadilah pulau-pulau di Indonesia itu dipaku dengan gunung. Dari barat ke timur, dari ujung ke ujung kesemuanya dipaku tanpa kecuali. Di pulau Sumatra, dimana para Dewa sering berenang dan memancing dipaku Gunung Kerinci. Pulau Jawa tempat para Dewa sering melakukan outbond dipaku Gunung Merapi. Begitu juga di Pulau Kalimantan, Sulawesi, dan Papua dimana para Dewa sering melakukan penjelajahan hutan dan berburu, juga dipaku dengan gunung-gunung tanpa kecuali. Semua tempat mendapat jatah, semua pulau dipaku dengan gunung.

Rencana para Dewa berhasil. Pulau-pulau tersebut kini tidak lagi menghilang karena terbawa arus laut. Mereka bisa berlibur tanpa harus mencari-cari lagi pulau yang hilang. Tapi sayang, kesenangan mereka kini sedikit terusik. Rupanya tatkala memaku pulau-pulau tersebut dengan gunung, ada beberapa tempat dimana mereka memaku dengan teknik dan jenis gunung yang salah. Gunung yang mengalami masalah saluran pernapasan semenjak diciptakan, dipaku di daerah yang berdebu dan banyak angin. Akibatnya beberapa paku (baca : gunung) tersebut sering terserang sakit batuk yang justru merepotkan mereka sendiri. :)

*Ditulis berdasarkan penuturan seorang adik kelas, pengamat pergunungan, dengan ubahan seperlunya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar